https://open.spotify.com/track/3S7HNKPakdwNEBFIVTL6dZ?si=538cdbd8d0714211
“Pak Samiiin, makasih yah udah anterin!” seru Claudia lalu tersenyum pada Pak Samin, supir dari sahabatnya, Steffi.
“Sama-sama Neng,” balas Pak Samin dengan senyuman dan logat Sundanya yang kental. Pak Samin sudah menjadi supir Steffi sejak ia masih kecil, jadi tentunya beliau juga mengenal Claudia dengan baik. “Ya udah kalo gitu Bapak balik dulu ya, Neng. Baik-baik di sini.”
“Iya Paaak, hat-hati di jalan!”
Setelah kemarin menghabiskan waktu semalaman bersama Cimol, kucingnya dan Steffi, juga sudah memberikan afirmasi kalau Claudia hanya pergi sebentar saja, Claudia memutuskan untuk kembali ke rumah shooting hari ini. Selain itu, Fitri juga sudah menghubunginya sejak pagi dan mengatakan tidak bisa memberi Claudia keringanan lagi. Padahal juga sebenarnya Claudia berhasil tidak ikut rekaman kemarin berkat Calvin yang membantunya. Claudia masih memikirkan harus dengan apa ia membalas kebaikan Calvin.
Ah, ngomong-ngomong soal Calvin, saat Claudia sedang melambaikan tangannya ke arah Pak Samin, mobil sport berwarna putih yang sangat Claudia kenali bahkan hingga ke nomor polisinya mulai memasuki tempat parkir rumah.
Mobil Calvin.
Habis darimana dia? Apa Calvin ada pergi kencan dengan yang lain di pagi hari ini?
Claudia yang hendak masuk ke dalam rumah terlebih dahulu, kemudian memilih untuk berjalan dengan pelan, seperti sambil menunggu Calvin keluar dari mobil supaya lelaki itu bisa melihatnya dan menyapa dirinya.
Dan usahanya itu tentu berhasil. Baru juga Claudia berjalan masuk ke jalanan rumah yang tidak begitu jauh dari parkiran, Calvin sudah keluar dari mobilnya dan langsung menyapa Claudia, “Clau!”
Claudia menoleh, juga melihat agak lama ke arah pintu penumpang Calvin, namun tidak ada penumpang yang keluar sampai Calvin mengunci mobilnya. Ah.. Berarti Calvin pergi sendirian dan bukan kencan dengan peserta lain.
Hehe.
Tunggu, hehe? Kenapa Claudia merasa senang Calvin pergi sendirian di pagi hari? Apa hubungannya dengan Claudia, Calvin pergi dengan siapa dan mau itu pergi berkencan atau tidak? Toh mereka hanya satu tim dan sedang berpura-pura sekarang, bukan benar-benar saling tertarik satu sama lain.
Tapi perlakuan Calvin kemarin pada Claudia membuatnya jadi berpikir kembali. Membayarkan uang penaltinya pada Fitri, mengantarkannya ke dokter hewan, membelikannya juga Steffi minuman, bahkan juga mau menunggu Claudia karena khawatir bagaimana caranya ia pulang. Claudia masih bingung, perlakuan Calvin ini adalah perlakuan bare minimum atau memang karena Calvin orangnya baik?
Claudia menggeleng dalam hati. Menilai perlakuan seseorang terhadapnya bahkan sampai memperhatikan setiap perlakuan kecilnya bisa-bisa membuat Claudia jadi gila.
“Ko Calvin,” sapa Claudia balik, tersenyum dengan singkat, “Abis darimana?”
Calvin menghampiri Claudia dengan sekantong barang di tangannya. Ia menunjukkan kantong tersebut pada Claudia, “Oh ini, gue abis ke pet shop.”
“Pet shop?”
Calvin mengangguk. Ia membuka kantong yang berada di tangannya dan melihat isi kantong tersebut sambil menjawab, “Gue nggak tau jelas kucing lo sakit apa, tapi pas gue tanya orang pet shopnya kalo kucing muntah obatnya apa, dia ngasih gue ini.” Calvin kembali menatap Claudia yang sudah memperhatikannya tanpa berkedip sejak ia mengatakan kata pet shop. “Sama ada makanan kucing juga, again gue nggak tau ini makanan kucing lo atau bukan, cocok atau nggak, but I asked the employee to give me the best cat food they have.”