I know I have good judgement, it’s funny and it's ironic that only I feel that way (with you)
I know I have good judgement, it’s funny and it's ironic that only I feel that way (with you)
Calvin menolehkan kepalanya ke arah tangga ketika mendengar langkah terburu saat ia sedang menjawab pesan-pesan yang menumpuk pada ponselnya. Dan ternyata yang berlari dari tangga itu Claudia, membuat Calvin yang melihat Claudia refleks bangun dari duduknya.
Sementara Claudia sendiri langsung berhenti di depan tangga begitu menyadari Calvin yang melihatnya dan langsung menghampirinya.
“Udah siap, Clau?”
Claudia menggigit bibirnya sebelum menjawab Calvin dengan tatapan bersalah. “Ko sorry.. kayaknya kita nggak bisa date hari ini.”
“Kenapa?”
“Ada.. masalah keluarga sedikit. Gue juga kayaknya gak bisa join shooting hari ini.”
“Everything okay?” tanya Calvin dengan nada khawatir dan bergerak agak mendekat ke arah Claudia, nyaris menyentuh lengan gadis itu. Perbuatan Calvin hampir membuat Claudia kembali berdebar, tapi ia langsung teringat kalau kamera sedang berputar. Calvin bersikap baik padanya karena banyak kamera yang sedang merekam gerak-gerik mereka.
Claudia menggeleng. “Kucing gue sakit. Bukan kucing gue doang sih, kucing gue sama temen gue. Ah, intinya dia sakit dan gue mau ke vet bareng temen gue."
“Mau gue temenin?"
“Mana boleh?” balas Claudia mengerutkan dahinya. “Gue aja belum tentu boleh ini izin ngga ikut shooting. Rulenya kan kita ngga boleh pulang ke rumah sama sekali selama sebulan.”
“Kecuali ada sesuatu yang urgent.” sanggah Calvin. “Dan kucing lo sakit, ini termasuk urgent, Clau.”
Claudia menatap Calvin ragu, namun kemudian memutuskan untuk tidak menjawab lelaki itu dan pergi ke belakang rumah untuk menghampiri Fitri—salah satu anggota tim produksi yang selalu mampir setiap pagi untuk memeriksa semua kamera berfungsi dengan baik.
“Mbak Fitri,” panggil Claudia.
Fitri yang sedang merapikan barang-barang di perkarangan belakang menoleh, terkejut melihat Claudia yang memanggilnya. “Eh, Kak, ada apa?”
“Mbak, aku boleh nggak ya izin ngga ikut shooting hari ini?” tanya Claudia dengan hati-hati. Ia memperhatikan Fitri yang melihatnya, menaruh barang yang dipegangnya lalu memutar tubuhnya agar dapat melihat Claudia dengan jelas.
“Kenapa Kak? Ada kerjaan atau…?”
“Kucing aku sakit, Mbak.” jawab Claudia jujur. “Bentar lagi mau dibawa ke dokter sama temenku, dan aku mau dampingin kucingku juga.”
Fitri terlihat berpikir ketika mendengar alasan Claudia. Claudia sendiri menunggu sambil menarik-narik jari tangannya tanpa ia sadari, pikirannya dipenuhi dengan kucingnya, Cimol, yang tidak nafsu makan dan lemas sekarang. Ia berharap Fitri akan memberikannya sedikit kelonggaran, walau sesungguhnya Claudia sendiri juga tidak yakin karena alasannya hanya karena kucing yang sakit. Claudia pun tahu Steffi bisa membawa kucing mereka sendiri ke dokter hewan, tapi bagi Claudia, Cimol adalah bagian dari keluarganya. Cimol itu penting untuk Claudia dan ia tidak bisa jika tidak melihat Cimol yang sedang sakit secara langsung.